Rabu, 13 November 2013 20:06 WIB | 662 Views
Topan Super Haiyan terlihat mendekati Filipina
dalam foto handout Badan Meteorologi Jepang yang diambil pada 0630 GMT
(0130 EST), Kamis (7/11). Pihak berwenang Filipina melarang transportasi
udara dan laut dan menghimbau perahu nelayan untuk kembali ke dermaga
karena Topan Super Haiyan, badai paling kuat tahun ini, hingga hampir
300 kilometer perjam. (REUTERS/Japan Meteorological Agency/NOAA/Handout
via Reuters)
... kapal Angkatan Laut Bela Diri Jepang dan pesawat dalam jumlah yang tidak disebutkan diusulkan mendampingi kontingen bantuan Jepang... "
Pernyataannya itu diberikan sehari setelah Tokyo mengirimkan 50 anggota Pasukan Bela Diri Jepang untuk membantu kegiatan medis dan operasi transportasi pasca permintaan bantuan dari Manila.
Tiga kapal Angkatan Laut Bela Diri Jepang dan pesawat dalam jumlah yang tidak disebutkan diusulkan mendampingi kontingen bantuan Jepang, menurut Jiji Press, Rabu.
"Kami akan terus berkonsultasi dengan pemerintah Filipina tentang ukuran penyebaran itu jika mungkin diperlukan," kata pejabat Kementerian Pertahanan Jepang.
Para prajurit itu akan fokus pada kota Tacloban yang hancur setelah salah satu topan terbesar yang tercatat dalam sejarah menghancurkan seluruh warga di seluruh penjuru bagian tengah negara pulau itu.
Ibukota provinsi itu adalah kota Filipina pertama yang dibebaskan dari pasukan pendudukan Jepang oleh pasukan Amerika Serikat pada 1944 saat Perang Dunia II.
Ribuan orang dikhawatirkan tewas di Filipina sementara 660.000 kehilangan tempat tinggal mereka, menurut PBB.
Jika Tokyo mengirimkan kontingen berjumlah 1.000 prajurit maka itu akan menjadi tim operasi bantuan tunggal terbesar yang dikirim ke luar negeri oleh SDF, de facto militer Jepang yang harus mematuhi konstitusi pasifis negara itu pasca perang.
Kekuatan pertahanan itu sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah upaya tanggap darurat termasuk tsunami Samudra Hindia pada 2004.
Pemerintah Jepang juga mengatakan, akan memberikan bantuan sebesar 10 juta dolar Amerika Serikat, untuk menyediakan tempat penampungan darurat bagi pengungsi dan bantuan lainnya melalui sejumlah organisasi kemanusiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar